Peran Industri Telekomunikasi untuk Ekonomi Digital di 2021


Hari ini, Indosat Ooredoo, GSMA dan Facebook menyelenggarakan talk show virtual tentang pandangan transformasi digital tahun 2021 di industri telekomunikasi.

Transformasi digital berdampak pada semua aspek kehidupan saat ini, mulai dari cara hidup masyarakat hingga cara negara mengembangkan ekonominya.

Di tengah pandemi yang belum usai, digitalisasi terus membentuk kembali lanskap industri telekomunikasi, sekaligus memberi peluang bagi perusahaan telekomunikasi untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi suatu negara, termasuk di Indonesia.

Digitalisasi juga menawarkan peluang bagi perusahaan telekomunikasi untuk membangun kembali posisi pasar mereka, menata ulang sistem bisnis mereka, menciptakan penawaran inovatif, dan juga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.

Digital Transformation Outlook 2021 dihadiri oleh pelaku industri, komunitas dan jurnalis. Pembicara utama pada acara ini antara lain Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha, Country Director Facebook Indonesia Pieter Lydian, Executive Director Head of Digital Bank di PT Bank UOB Indonesia, Fajar Septandri Maharjaya, dan panel dimoderatori oleh Head of GSMA APAC, Julian Gorman.

Topik yang dibahas pada acara tersebut termasuk digitalisasi operasional (penjualan, distribusi, dan jaringan), cara meningkatkan pengalaman pelanggan melalui kolaborasi, memberdayakan komunitas bersama untuk mendapatkan hasil maksimal dari internet, serta meningkatkan kesadaran tentang keamanan dunia maya.

Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha, mengatakan, “Kami sangat senang berbagi pemikiran kami tentang lanskap industri yang akan datang di era transformasi digital. Kami percaya bahwa industri telekomunikasi adalah kunci sukses transformasi digital untuk menghidupkan kembali perekonomian Indonesia di tengah pandemi. Indosat Ooredoo berkomitmen untuk membantu masyarakat mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya yang kuat ini, lebih dari sekadar konektivitas fisik, serta membantu mereka menemukan dan berbagi pengetahuan, memperkuat ekonomi, meningkatkan komunitas, dan berkontribusi pada ekonomi digital Indonesia.”

Indosat Ooredoo dan Facebook memiliki sejarah panjang dalam berkolaborasi untuk membantu masyarakat Indonesia menikmati manfaat dunia digital.

Pada bulan Oktober 2019, Indosat Ooredoo, Facebook dan GSMA meluncurkan program Internet1O1 untuk menumbuhkan adopsi internet seluler di Indonesia dan membantu pengguna internet pertama kali mendapatkan pengalaman online mereka secara maksimal.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan retailer lokal, dan hingga Mei 2020, kami telah memfasilitasi pelatihan untuk 1,4 juta pengguna di 4.578 desa.

Country Director Facebook Indonesia, Pieter Lydian, mengatakan, “Di tengah pandemi, seberapa cepat orang di seluruh negeri dapat mengakses perangkat digital menjadi semakin penting untuk membantu mempercepat pembelajaran dan pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan upaya ini, Facebook siap bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi lokal, seperti Indosat Ooredoo, melalui program, kemitraan, dan teknologi yang dirancang untuk meningkatkan, tidak hanya ketersediaan, keterjangkauan, dan kesadaran akan akses internet yang lebih berkualitas, tetapi juga keterampilan digital yang dibutuhkan masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan internet secara maksimal.”

Saat kami memasuki realitas baru di mana orang-orang di seluruh dunia kini secara fisik menjauhkan diri dalam beberapa bentuk atau bekerja dari jarak jauh, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Facebook untuk mengimplementasikan WhatsApp Resmi IM3 Ooredoo yang memungkinkan pelanggan mendapatkan pengalaman premium di mana informasi dan layanan dapat diakses dan diterima. lebih cepat tanpa kunjungan fisik ke Gerai Indosat Ooredoo.

Head of GSMA APAC, Julian Gorman, mengatakan “Paruh pertama tahun 2020 telah menunjukkan betapa pentingnya teknologi seluler bagi dunia, dan peran kunci yang harus dimainkannya dalam pemulihan masa depan kita. Pandemi menunjukkan relevansi sebenarnya dari jaringan seluler yang kuat dan tangguh. Tuntutan tahun 2020 menggarisbawahi bahwa konektivitas itu penting, dan karenanya, dalam dunia yang semakin online, menutup kesenjangan digital tidak pernah begitu mendesak. Konektivitas cerdas, perpaduan 5G, AI, dan IOT diatur untuk mendorong revolusi industri keempat, yang juga dikenal sebagai “Industri 4.0”.

Tepat sebelum pandemi COVID19 melanda, Indosat Ooredoo menjadi yang pertama di Asia yang melakukan uji coba lapangan OpenRAN Telecom Infra Project yang didukung oleh GSMA.

“Dalam dunia pasca pandemi, Industri 4.0 adalah cara untuk membantu ekonomi mereka pulih dan menjadi lebih tahan terhadap guncangan di masa depan. Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk membuat kemajuan dalam visi Industri 4.0-nya. Faktanya, laporan terbaru masyarakat digital kami di 11 negara fokus Asia Pasifik menunjukkan bagaimana Indonesia adalah salah satu negara terkemuka yang melacak aspek-aspek utama masyarakat digital,” tutup Julian.

0 Komentar


Belum ada komentar