Jangan Anggap Remeh! Berikut Tips Menggunakan Smartphone yang Aman


Saat ini smartphone sudah tak lagi menjadi barang mewah. Banyak produsen ponsel yang menjual smartphone dengan harga terjangkau. Smartphone tidak hanya dipakai untuk berkomunikasi melalui telepon dan SMS, namun juga untuk mengakses layanan data dengan berbagai kebutuhan, seperti bertukar pesan instan, bermain game, mengirim email, menonton video streaming, dan sebagainya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada periode 2019 hingga kuartal II 2020, jumlah pengguna internet tumbuh menjadi 196,7 juta pengguna atau sekitar 73,7 persen dari total populasi di Indonesia. APJII juga menemukan bahwa smartphone menjadi perangkat favorit yang digunakan masyarakat Indonesia untuk mengakses internet dengan jumlah persentase mencapai 95,4 persen.

Ketika bicara mengenai smartphone, meski disebut sebagai ponsel pintar, masih banyak pengguna smartphone yang kurang bijak dalam memanfaatkannya. Hal ini tentu sangat berbahaya, mengingat kejahatan siber selalu mengintai pengguna di mana pun dan kapan pun. Maka dari itu, guna menjaga agar smartphone tetap aman dari berbagai macam kejadian yang tidak mengenakkan, kami akan berikan tipsnya!

1. Jangan Sembarang Modifikasi Smartphone
Tips pertama yang akan kami berikan adalah jangan sembarang memodifikasi smartphone-mu. Mungkin beberapa di antara kamu ada yang akrab dengan istilah root dan jailbreak. Root atau rooting sendiri merupakan istilah yang biasanya dipakai ketika pengguna HP Android melakukan modifikasi pada sistem operasinya. Sementara untuk jailbreak adalah istilah modifikasi untuk pengguna sistem operasi iOS.

Bagi pengguna smartphone, baik root maupun jailbreak dianggap memiliki keuntungan tersendiri, yakni sama-sama mendapatkan kebebasan lebih dalam mengelola perangkatnya. Pada Android misalnya, pengguna bisa leluasa mengelola aplikasi dan memori internal, penggunaan RAM, hingga meningkatkan daya tahan baterai.

Sementara untuk pengguna iOS, dengan melakukan jailbreak kamu bisa bebas meng-install aplikasi berbayar, mengganti font, mengganti tema, tweak, dan lainnyai. Dibandingkan teknik root pada Android, metode jailbreak pada iOS hanya berfungsi untuk membuka akses secara terbatas. Hal ini mungkin dikarenakan produsen iOS sangat ketat dalam mengelola sistem operasinya.

Tapi kamu juga harus siap menghadapi masalah yang ditimbulkan dari root atau jailbreak, di antaranya membuka celah kejahatan siber, dukungan pembaruan sistem operasi bakal bermasalah, performa HP yang lemot, hingga bahaya bricked atau situasi di mana smartphone kamu tidak dapat menyala. Melakukan root atau jailbreak pada smartphone juga akan menghilangkan garansi, lho.

2. Jangan Gunakan VPN yang Tidak Terpercaya
Penggunaan layanan virtual private network (VPN) dalam beberapa tahun belakangan ini sudah akrab di kalangan pengguna smartphone. Ada berbagai macam alasan pengguna smartphone ketika menggunakan VPN, salah satunya adalah membentengi perangkat dari serangan hacker saat menggunakan akses internet atau WiFi gratis.

Akan tetapi, kamu juga perlu waspada dan memilah-milah layanan VPN mana yang aman. Saat ini ada banyak layanan VPN yang bisa kita pakai secara cuma-cuma. Pun begitu, alih-alih melindungi kita dari tindak kejahatan siber, layanan VPN gratis ini bisa membuka celah keamanan perangkat smartphone lebih lebar.

Studi berjudul “An Analysis of the Privacy and Security Risks of Android VPN Permission-enabled Apps” menyebutkan terdapat ratusan VPN gratis yang disusupi malware. Bahkan dari 238 VPN gratis yang disurvei, 72 persennya memiliki fungsi pelacak di dalamnya. Bahaya banget kan?

3. Jangan Menggunakan WiFi yang Tidak Jelas
Meningkatnya gaya hidup digital di kalangan masyarakat berbanding lurus dengan kebutuhan akan koneksi internet. Meski saat ini sudah semakin banyak pilihan paket internet yang terjangkau, nyatanya masih banyak pengguna smartphone yang tergiur akan akses internet gratis, melalui sambungan WiFi di sejumlah tempat umum.

Kamu pun harus waspada akan hal tersebut. Jangan sembarangan menyambungkan perangkatmu dengan koneksi WiFi, apalagi WiFi yang tidak jelas atau mencurigakan. Penggunaan WiFi publik memiliki risiko terkena berbagai macam serangan siber, seperti Man-in-the-Middle Attack, dimana hacker akan melakukan intersepsi jaringan yang kamu pakai

Selain Man-in-the-Middle Attack, menggunakan koneksi WiFi publik juga berpotensi terkena malware. Lindungi keamanan perangkat dengan menggunakan VPN yang aman, terutama saat terhubung dengan WiFi publik.  Solusi berikutnya kamu bisa menggunakan koneksi internet data Telkomsel sebagai pilihan yang terpercaya.

4. Jangan Gunakan Password yang Lemah atau Mudah Ditebak
Tips terakhir yang tak kalah penting adalah membentengi diri dengan menggunakan password yang kuat. Laksana sebuah kunci pada rumah, password menjadi alat penting untuk membuka semua akun, mulai dari media sosial, email, hingga akun-akun yang sifatnya pribadi. Bayangkan ketika password yang kamu buat sangat lemah dan mudah diketahui oleh orang lain. Maka, resiko kebobolan pun tak terhindar lagi.

Karenanya, ketika berbicara mengenai password, sebisa mungkin kamu harus membuat sebuah password yang kuat. Berdasarkan survei yang digelar oleh Avast di tahun 2019, diketahui bahwa 83 persen warga Amerika Serikat memiliki password yang lemah.

Maksud dari lemah di sini adalah mereka tidak mengikuti standar password yang kuat, di antaranya tidak menyisipkan angka, tidak menggunakan karakter spesial atau simbol, tidak menggunakan huruf besar kecil, dan membuat password dengan jumlah karakter di bawah 10.

Setelah menyimak beberapa tips di atas, sudahkah kamu mengetahui apakah smartphone yang kamu miliki aman atau tidak? Kamu bisa mulai menerapkan tips menggunakan perangkat smartphone yang sudah disebutkan sebagai langkah awal mencegah terjadinya kebobolan data!

0 Komentar


Belum ada komentar